Banyaknya pekerjaan yang harus ditangani membuat kita sering menyiapkan presentasi dengan terburu-buru. Meski sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin, tanpa sadar kita melupakan satu hal. Apakah presentasi yang kita buat menarik untuk disimak?
Jika cara Anda menyampaikan presentasi standar atau cenderung membosankan, rekan kerja, atasan, atau klien tidak akan bersemangat untuk mendengarkan. Bahkan mereka bisa tidak memahami isi presentasi Anda.
Daripada Anda membuang waktu dan energi, coba perhatikan resep berikut. Dengan begitu, presentasi Anda akan lebih mengasyikkan.
1. Singkat dan Jelas
Presentasi yang terlalu lama dan bertele-tele akan membuat pendengar jenuh. Presentasikan sekitar 25 menit saja, hindari kata yang tak efektif. Akan lebih mudah jika Anda menjelaskan presentasi dengan menggunakan metode mind mapping. Cara ini terbukti efektif membuat pendengarnya lebih mudah mengingat dan ‘merekam’ informasi dari presentasi yang disampaikan.
2. Penyajian Lancar
Saat harus mengucapkan istilah asing atau kata yang jarang diucapkan, kita malah terbata-bata. Cepat atau lambatnya kita bicara menentukan orang terhanyut dalam presentasi kita. Seperti dalang membawakan cerita yang kadang agak keras dan lembut, Anda pun perlu begitu. Anda perlu berlatih, mintalah teman mendengarkan presentasi Anda dan minta masukannya.
3. Tambahkan Foto dan Gambar
Agar lebih menarik, selipkan gambar animasi atau foto agar lebih mudah dicerna, lalu jelaskan dengan kata yang mudah dimengerti. Jika menggunakan slide, usahakan membuat cerita bersambung antara satu slide dan slide lain. Ingat, presentasi adalah komunikasi ide. Penyampaian yang mengalir lancar akan memudahkan peserta menangkap pesan kita.
4. Kontak Mata
Saat presentasi, lakukan kontak mata dengan peserta. Sambil berbicara, sesekali lemparkan pandangan ke arah mereka. Hal ini akan membuat Anda mengetahui apakah peserta tertarik mendengarkan atau tidak. Jika ada peserta yang berbicara sendiri atau melakukan aktivitas lain, acuhkan saja. Jika Anda perhatikan, konsentrasi bisa hilang.
5. Selipkan Humor
Agar tak tegang dan membosankan, selipkanlah humor yang relevan dengan topik presentasi. Namun, jangan berlebihan. Ini akan membuat presentasi malah kehilangan makna. Anda sedang presentasi lho, bukan melawak.
6. Buat Ringkasan
Setelah presentasi selesai, sebaiknya Anda memberikan sedikit ringkasan dari materi yang telah Anda sampaikan. Dengan begitu, peserta bisa kembali mengingat apa yang telah mereka dapat dari presentasi Anda.
HIDUP HARUS PENUH DENGAN SEMANGAT DAN JANGAN BIARKAN KESEDIHAN MEMBUAT KITA HANCUR DAN SLALU LAH BIJAK DALAM MENGHADAPI SGALA MASALAH DAN TERSENYUMLAH PADA SETIAP ORANG KARENA DENGAN SENYUM MAKA KITA BISA MEMPEROLEH TEMAN
DAFTAR ISI
- TIPS DAN TRIK MEMBERSIHKAN VIRUS KOMPUTER (5)
- Tips dan Trik Pekerjaan (7)
- TIPS DAN TRIK TENTANG HANDPHONE (5)
- TIPS DAN TRIK TENTANG KOMPUTER (27)
- Tips-Trik Menjaga Hubungan Dengan Pasangan Hidup (9)
- TUGAS ADMINISTRASI BISNIS (2)
- TUGAS-TUGAS JAVA (8)
- Wanita (3)
WAKTU
Showing posts with label Tips dan Trik Pekerjaan. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Trik Pekerjaan. Show all posts
7.31.2008
Bila Rekan Kerja Dapat Promosi
Bagaimana Anda tak merasa kesal bila rekan kerja lebih dulu mendapatkan promosi kenaikan jabatan dari atasan, padahal masa kerjanya lebih sebentar dibandingkan Anda? Tak bisa dimungkiri, di dalam dunia kerja pasti ada persaingan antar sesama rekan kerja. Terutama, sesama rekan yang mulai merintis karier bersama dari awal.
Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila promosi tak kunjung datang? Mungkin saja perasaan kesal, marah, kecewa, bahkan depresi akan menghantui pikiran Anda. Hal-hal inilah yang sering kali mendatangkan stres dan merugikan diri sendiri.
Nah, daripada gusar, pusing, dan berlarut-larut meratapi nasib, lebih baik simak beberapa tips berikut agar kehidupan karier Anda tetap menyenangkan dan membangkitkan semangat bekerja:
1. FOKUS PADA HAL-HAL POSITIF
Belajarlah mengelola emosi. Promosi yang tak kunjung datang bukanlah akhir dari kehidupan. Pertahankan kinerja baik Anda dan usahakan agar jangan sampai promosi rekan kerja tadi menjadi penghalang untuk menghasilkan prestasi baik.
2. INTROSPEKSI DIRI
Jangan pernah malu mengakui kekurangan diri sendiri. Jujurlah pada diri sendiri dan intropeksi apa yang menyebabkan promosi jabatan melewati Anda. Dengan menyadari kekurangan diri sendiri, Anda telah belajar untuk memperbaiki diri.
3. ANDA ADALAH PEMENANGNYA!
Belum mendapatkan promosi bukan berarti kalah. Kemenangan tak ditentukan dari jabatan, melainkan dari apa yang bisa dan telah dihasilkan bagi kemajuan perusahaan dan diri sendiri, serta sebagai manusia yang bisa berkontribusi bagi sekeliling Anda.
4. HATI SELUAS SAMUDRA
Milikilah hati seluas samudra dalam hubungan dengan sesama rekan kerja. Ucapkan selamat dengan tulus pada rekan kerja yang mendapat promosi. Buang jauh-jauh perasaan negatif, dan tetaplah jadi diri sendiri.
5. KREATIF
Bila Anda selalu mengandalkan kenaikan jabatan dengan peningkatan pendapatan, mulailah memikirkan paradigma lain. Jadilah pribadi yang lebih kreatif. Misalnya, untuk menambah penghasilan setiap bulan, Anda bisa menjalankan usaha kecil-kecilan.
6. KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP
Sebagai pekerja kantoran, Anda sering terlena oleh comfort zone, yakni keadaan yang aman dan nyaman. Mungkin Anda berpikir, buat apa ngotot bekerja, toh pundi bulanan tetap terjaga. Padahal, kondisi ini bisa jadi faktor kemandekan karier. Jangan menunggu kesuksesan datang, tangkaplah!
7. MELONTARLAH
Bila promosi tak kunjung datang, padahal Anda telah cukup lama bekerja, mungkin ini saatnya mulai memikirkan strategi karier selanjutnya. Tak mungkin terus bertahan di perusahaan yang tak memberi kesempatan pada Anda untuk mendapatkan penghargaan, bukan? Siapkan strategi matang dan cari peluang. Anda penentu kesuksesan sendiri, bukan orang lain. Berjuanglah untuk itu karena Anda layak mendapatkannya.
Lalu, apa yang akan Anda lakukan bila promosi tak kunjung datang? Mungkin saja perasaan kesal, marah, kecewa, bahkan depresi akan menghantui pikiran Anda. Hal-hal inilah yang sering kali mendatangkan stres dan merugikan diri sendiri.
Nah, daripada gusar, pusing, dan berlarut-larut meratapi nasib, lebih baik simak beberapa tips berikut agar kehidupan karier Anda tetap menyenangkan dan membangkitkan semangat bekerja:
1. FOKUS PADA HAL-HAL POSITIF
Belajarlah mengelola emosi. Promosi yang tak kunjung datang bukanlah akhir dari kehidupan. Pertahankan kinerja baik Anda dan usahakan agar jangan sampai promosi rekan kerja tadi menjadi penghalang untuk menghasilkan prestasi baik.
2. INTROSPEKSI DIRI
Jangan pernah malu mengakui kekurangan diri sendiri. Jujurlah pada diri sendiri dan intropeksi apa yang menyebabkan promosi jabatan melewati Anda. Dengan menyadari kekurangan diri sendiri, Anda telah belajar untuk memperbaiki diri.
3. ANDA ADALAH PEMENANGNYA!
Belum mendapatkan promosi bukan berarti kalah. Kemenangan tak ditentukan dari jabatan, melainkan dari apa yang bisa dan telah dihasilkan bagi kemajuan perusahaan dan diri sendiri, serta sebagai manusia yang bisa berkontribusi bagi sekeliling Anda.
4. HATI SELUAS SAMUDRA
Milikilah hati seluas samudra dalam hubungan dengan sesama rekan kerja. Ucapkan selamat dengan tulus pada rekan kerja yang mendapat promosi. Buang jauh-jauh perasaan negatif, dan tetaplah jadi diri sendiri.
5. KREATIF
Bila Anda selalu mengandalkan kenaikan jabatan dengan peningkatan pendapatan, mulailah memikirkan paradigma lain. Jadilah pribadi yang lebih kreatif. Misalnya, untuk menambah penghasilan setiap bulan, Anda bisa menjalankan usaha kecil-kecilan.
6. KEJARLAH DAKU KAU KUTANGKAP
Sebagai pekerja kantoran, Anda sering terlena oleh comfort zone, yakni keadaan yang aman dan nyaman. Mungkin Anda berpikir, buat apa ngotot bekerja, toh pundi bulanan tetap terjaga. Padahal, kondisi ini bisa jadi faktor kemandekan karier. Jangan menunggu kesuksesan datang, tangkaplah!
7. MELONTARLAH
Bila promosi tak kunjung datang, padahal Anda telah cukup lama bekerja, mungkin ini saatnya mulai memikirkan strategi karier selanjutnya. Tak mungkin terus bertahan di perusahaan yang tak memberi kesempatan pada Anda untuk mendapatkan penghargaan, bukan? Siapkan strategi matang dan cari peluang. Anda penentu kesuksesan sendiri, bukan orang lain. Berjuanglah untuk itu karena Anda layak mendapatkannya.
Berlatih Positive Feeling
Mengejar kesuksesan dan kebahagian dengan berpikir positif saja memang bisa berhasil. Namun, hasilnya akan lebih optimal jika kita menggunakan perasaan positif dan menyelaraskannya dengan pikiran positif.
Berapa banyak keinginan yang tercapai ketika perasaan Anda positif alias ikhlas? Sebaliknya, ketika perasaan Anda negatif alias dipenuhi nafsu dan emosi, apa yang Anda rasakan? Makin jauh dari "kemudahan"? Benar sekali.
Bayangkan ketika kita berada di zona nafsu. Kita selalu diliputi rasa cemas, takut, dan penuh amarah. Alhasil, kita seperti kehabisan tenaga. Semangat pun tak banyak tersisa karena zona ini memang diselimuti energi rendah. Sementara, ketika hati terasa lapang dan ikhlas (positive feeling), kita akan merasa penuh tenaga. Karena memang energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia.
Nah, perasaan-perasaan ini yang menjadi sistem navigasi hati kita. Sistem yang memberitahu kita untuk selalu berada di "jalan benar" menuju tujuan. Permasalahannya, bagaimana agar kita selalu merasakan positive feeling ini? Jangan khawatir, ada rahasianya, kok.
1. Geser Keseriusan Menjadi Keasyikan
Ketika kepala penuh dengan hal-hal serius, segala sesuatu akan terasa sulit dicapai. Coba geser keseriusan di kepala menjadi keasyikan di hati. Tarik napas dalam, embuskan perlahan. Tekan tombol rileks di kepala, senyum di wajah dan tenang di hati. Rasakan pelan segala urusan jadi begitu lancar dan penuh kemudahan.
2. Operasikan Pikiran Dengan Sengaja
Untuk jadi sukses, kaya atau bahagia, memang harus menciptakan pikiran yang membuat kita merasakan hal tersebut. Ubah kalimat “Saya ingin bahagia” menjadi “Saya sudah merasa bahagia” (dengan semua yang kita punya). Memang sulit dilakukan. Kebanyakan orang belum terbiasa puas dengan apa yang mereka punya. Namun, karena ini masalah kebiasaan, Anda hanya perlu berlatih.
3. Fokus Tapi Damai
Salah satu sebab kita mudah terbawa ke zona perasaan negatif adalah terlalu sering memaksa atau menuntut banyak dari diri kita sendiri. Memaksakan diri terus bekerja hingga energi habis, padahal kita hanya punya satu badan, dua tangan, dan dua kaki. Setelah lelah mendera, kita juga masih berharap bisa bersikap riang dan menyenangkan orang lain. Berbahagialah, apa pun situasinya dan izinkan diri Anda beristirahat. Setelah tubuh segar, perasaan pun akan kembali positif.
4. Menyetel Perasaan Positif
Perhatikan satu obyek yang menyenangkan di sekitar Anda (bisa barang, orang atau situasi). Rasakan benar-benar selama 2-3 menit betapa beruntungnya Anda memilikinya. Rasakan perubahan perasaan Anda. Pasti jadi lebih enak dan positif. Pindahkan perhatian Anda pada obyek lain dan lakukan hal yang sama. Lakukan sepanjang hari dan jagalah perasaan enak ini selama mungkin sambil beraktivitas. Semakin sering Anda melatih perasaan positif ini, makin berkurang perasaan tak enak di hati.
5. Selaraskan Pikiran Dengan Perasaan
Jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran, biasanya muncul keraguan. Ini sama saja Anda menyabotase harapan untuk mencapai sesuatu tersebut. Anda perlu berlatih menyelaraskan pikiran dengan perasaan. Caranya, ubah kalimat “Saya ingin langsing” yang terasa kaku dengan “Rasanya lebih enak ya, kalau saya langsing” yang terasa lebih sejuk di hati.
Mulai sekarang, prioritaskan diri Anda untuk merasa positif sebelum melakukan apa saja. Dengan positive feeling ini, sukses dan kebahagiaan hanya tinggal masalah waktu. Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak. Dengan kata lain, jika positive thinking memakaia tenaga 1 watt, maka positive feeling memakai tenaga 5000 watt. Itu sebabnya, positive feeling lebih kuat dibandingkan positive thinking.
Berapa banyak keinginan yang tercapai ketika perasaan Anda positif alias ikhlas? Sebaliknya, ketika perasaan Anda negatif alias dipenuhi nafsu dan emosi, apa yang Anda rasakan? Makin jauh dari "kemudahan"? Benar sekali.
Bayangkan ketika kita berada di zona nafsu. Kita selalu diliputi rasa cemas, takut, dan penuh amarah. Alhasil, kita seperti kehabisan tenaga. Semangat pun tak banyak tersisa karena zona ini memang diselimuti energi rendah. Sementara, ketika hati terasa lapang dan ikhlas (positive feeling), kita akan merasa penuh tenaga. Karena memang energi yang menyelimuti zona ikhlas adalah berbagai perasaan positif yang berenergi tinggi seperti rasa syukur, sabar, fokus, tenang dan bahagia.
Nah, perasaan-perasaan ini yang menjadi sistem navigasi hati kita. Sistem yang memberitahu kita untuk selalu berada di "jalan benar" menuju tujuan. Permasalahannya, bagaimana agar kita selalu merasakan positive feeling ini? Jangan khawatir, ada rahasianya, kok.
1. Geser Keseriusan Menjadi Keasyikan
Ketika kepala penuh dengan hal-hal serius, segala sesuatu akan terasa sulit dicapai. Coba geser keseriusan di kepala menjadi keasyikan di hati. Tarik napas dalam, embuskan perlahan. Tekan tombol rileks di kepala, senyum di wajah dan tenang di hati. Rasakan pelan segala urusan jadi begitu lancar dan penuh kemudahan.
2. Operasikan Pikiran Dengan Sengaja
Untuk jadi sukses, kaya atau bahagia, memang harus menciptakan pikiran yang membuat kita merasakan hal tersebut. Ubah kalimat “Saya ingin bahagia” menjadi “Saya sudah merasa bahagia” (dengan semua yang kita punya). Memang sulit dilakukan. Kebanyakan orang belum terbiasa puas dengan apa yang mereka punya. Namun, karena ini masalah kebiasaan, Anda hanya perlu berlatih.
3. Fokus Tapi Damai
Salah satu sebab kita mudah terbawa ke zona perasaan negatif adalah terlalu sering memaksa atau menuntut banyak dari diri kita sendiri. Memaksakan diri terus bekerja hingga energi habis, padahal kita hanya punya satu badan, dua tangan, dan dua kaki. Setelah lelah mendera, kita juga masih berharap bisa bersikap riang dan menyenangkan orang lain. Berbahagialah, apa pun situasinya dan izinkan diri Anda beristirahat. Setelah tubuh segar, perasaan pun akan kembali positif.
4. Menyetel Perasaan Positif
Perhatikan satu obyek yang menyenangkan di sekitar Anda (bisa barang, orang atau situasi). Rasakan benar-benar selama 2-3 menit betapa beruntungnya Anda memilikinya. Rasakan perubahan perasaan Anda. Pasti jadi lebih enak dan positif. Pindahkan perhatian Anda pada obyek lain dan lakukan hal yang sama. Lakukan sepanjang hari dan jagalah perasaan enak ini selama mungkin sambil beraktivitas. Semakin sering Anda melatih perasaan positif ini, makin berkurang perasaan tak enak di hati.
5. Selaraskan Pikiran Dengan Perasaan
Jika kehendak hati tidak sinkron dengan kehendak pikiran, biasanya muncul keraguan. Ini sama saja Anda menyabotase harapan untuk mencapai sesuatu tersebut. Anda perlu berlatih menyelaraskan pikiran dengan perasaan. Caranya, ubah kalimat “Saya ingin langsing” yang terasa kaku dengan “Rasanya lebih enak ya, kalau saya langsing” yang terasa lebih sejuk di hati.
Mulai sekarang, prioritaskan diri Anda untuk merasa positif sebelum melakukan apa saja. Dengan positive feeling ini, sukses dan kebahagiaan hanya tinggal masalah waktu. Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5000 kali lebih kuat daripada otak. Dengan kata lain, jika positive thinking memakaia tenaga 1 watt, maka positive feeling memakai tenaga 5000 watt. Itu sebabnya, positive feeling lebih kuat dibandingkan positive thinking.
Mendandani Meja Kerja
Tumpukan dokumen, kertas, dan alat tulis, bisa membuat meja kerja Anda yang mungil itu jadi seperti gudang. Selain tak enak dipandang, meja yang kacau juga membuat waktu kita terbuang percuma saat mencari file penting. Saatnya untuk menata ulang meja Anda untuk menciptakan kesan lapang dan bersih.
1. Beri Label
Buat pembagian dokumen ke dalam beberapa file, lalu beri label dengan jelas. Misalnya tagihan yang harus dibayar, data untuk dilaporkan, hal yang masih akan didiskusikan dengan bos, dokumen untuk diperbanyak atau dokumen kerjasama. Hindari dokumen berlabel "macam-macam" atau miscellaneous. Bila suatu dokumen tidak terlalu penting untuk disatukan dalam label tersendiri, berarti Anda bisa mengelompokkannya sebagai sampah .
2. Bersihkan PC
Menata dokumen tidak hanya yang berupa fisik, tapi juga file di komputer. Buang file-file yang sudah berusia lebih dari dua tahun. Hapus juga email-email lama. Jika ada email penting, satukan dalam folder khusus. Bila tak dibutuhkan, hindari mencetak email agar tidak terlalu banyak kertas di meja Anda.
3. Beri sentuhan hijau
Setelah area meja bersih dari gundukan kertas, percantik penampilannya dengan meletakkan pot kecil berisi tanaman hias.
4. Percantik dinding
Anda juga bisa bermain dengan dinding pembatas meja Anda. Isi dengan gambar-gambar si kecil atau foto liburan favorit. Agar lebih cantik dan rapi, tempel gambar dan foto tersebut dalam karton hitam. Anda juga bisa memajang hiasan berupa kertas warna-warni, kartu pos menarik atau gambar bunga dengan warna terang.
1. Beri Label
Buat pembagian dokumen ke dalam beberapa file, lalu beri label dengan jelas. Misalnya tagihan yang harus dibayar, data untuk dilaporkan, hal yang masih akan didiskusikan dengan bos, dokumen untuk diperbanyak atau dokumen kerjasama. Hindari dokumen berlabel "macam-macam" atau miscellaneous. Bila suatu dokumen tidak terlalu penting untuk disatukan dalam label tersendiri, berarti Anda bisa mengelompokkannya sebagai sampah .
2. Bersihkan PC
Menata dokumen tidak hanya yang berupa fisik, tapi juga file di komputer. Buang file-file yang sudah berusia lebih dari dua tahun. Hapus juga email-email lama. Jika ada email penting, satukan dalam folder khusus. Bila tak dibutuhkan, hindari mencetak email agar tidak terlalu banyak kertas di meja Anda.
3. Beri sentuhan hijau
Setelah area meja bersih dari gundukan kertas, percantik penampilannya dengan meletakkan pot kecil berisi tanaman hias.
4. Percantik dinding
Anda juga bisa bermain dengan dinding pembatas meja Anda. Isi dengan gambar-gambar si kecil atau foto liburan favorit. Agar lebih cantik dan rapi, tempel gambar dan foto tersebut dalam karton hitam. Anda juga bisa memajang hiasan berupa kertas warna-warni, kartu pos menarik atau gambar bunga dengan warna terang.
3 Penyebab Grogi Saat Presentasi
Keberhasilan presentasi bukan hanya dari kesiapan materi dan penampilan luar. Sayangnya, sering kali rasa gugup itu menyerang tanpa diundang. Berikut ini tiga hal yang kerap jadi penyebab munculnya kegugupan.
1. Pengalaman pertama
Solusi: Pengalaman pertama memang selalu membuat gugup. Yang penting, tetap tenang agar materi yang sudah dikuasai tidak menguap. Untuk membantu, pandanglah wajah peserta dengan fokus di antara matanya saat melakukan komunikasi. Bukan menatap langsung ke mata, karena ini bisa membuat Anda makin gugup.
2. Presentasi di depan profesional/petinggi
Solusi: Jangan terlalu sibuk memikirkan bagaimana membuat peserta terkagum-kagum dengan presentasi Anda. Jangan pula bingung menggunakan teknik apa atau harus mengucapkan kata yang mana. Anggap saja Anda hadir untuk berbagi sesuatu, bukan mengajari mereka sesuatu.
3. Pertanyaan sulit
Solusi: Munculnya pertanyaan dari peserta memang tak bisa dihindari. Itu pentingnya Anda menguasai materi. Hindari juga perdebatan panjang yang mudah memancing emosi karena hanya akan membuat Anda semakin grogi.
1. Pengalaman pertama
Solusi: Pengalaman pertama memang selalu membuat gugup. Yang penting, tetap tenang agar materi yang sudah dikuasai tidak menguap. Untuk membantu, pandanglah wajah peserta dengan fokus di antara matanya saat melakukan komunikasi. Bukan menatap langsung ke mata, karena ini bisa membuat Anda makin gugup.
2. Presentasi di depan profesional/petinggi
Solusi: Jangan terlalu sibuk memikirkan bagaimana membuat peserta terkagum-kagum dengan presentasi Anda. Jangan pula bingung menggunakan teknik apa atau harus mengucapkan kata yang mana. Anggap saja Anda hadir untuk berbagi sesuatu, bukan mengajari mereka sesuatu.
3. Pertanyaan sulit
Solusi: Munculnya pertanyaan dari peserta memang tak bisa dihindari. Itu pentingnya Anda menguasai materi. Hindari juga perdebatan panjang yang mudah memancing emosi karena hanya akan membuat Anda semakin grogi.
Jurus 'Menawar' Di Kantor
Ketika menyebut kata negosiasi di kantor dengan bos, apa yang terlintas di benak Anda? Pasti bagaimana bernegosiasi agar gaji naik atau naik pangkat. Pengertian itu memang benar, tapi kurang lengkap. Negosiasi dalam dunia kerja, terutama di kantor, sebenarnya ada banyak jenis. Negosiasi meminta perpanjangan cuti, mundur deadline atau meminjam dan mendapat fasilitas kantor adalah beberapa contoh lainnya.
Nah, seringkali saat mengajukan diri untuk meminta cuti lebih lama atau mundur deadline misalnya, dan si bos menolak, Anda akan langsung patah semangat. Padahal, Anda bisa saja melakukan penawaran alias bernegosiasi. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut, sudah pasti perlu usaha. Salah satunya adalah melakukan penawaran. Bagaimana caranya?
1. Buat atasan melihat kerja Anda dulu
Sebelum bernegosiasi, sebaiknya perlihatkan pada atasan bahwa pekerjaan Anda selama ini selesai tepat waktu dan tak ada keluhan. Jadi, ketika Anda meminta mundur deadline atau ingin menambah cuti dan atasan menolak alias tidak mengabulkan, Anda bisa menggunakan kinerja baik Anda sebagai bahan argumen. Lalu, jelaskan alasan Anda.
2. Gunakan teknik bicara
Ketika permohonan ditolak, biasanya kita cenderung emosi, kecewa dan akan menampilkan wajah tidak senang. Terkadang intonasi jadi melemah seolah patah semangat, atau sebaliknya meninggi karena tak bisa menerima penolakan. Sampaikan keinginan dengan tegas dan percaya diri, tapi tidak emosional. Susah? Coba banyak berlatih di rumah.
3. Berikan Penawaran
Saat Anda meminta ‘keringanan’ itu, jangan lupa ajukan penawaran yang bisa Anda berikan seandainya si atasan mengabulkan permintaan. Misalnya, berjanji akan menyelesaikan semua pekerjaan sebelum cuti.
4. Tidak Bertele-tele
Dengan tidak bertele-tele, Anda menunjukkan sikap menghargai waktu atasan. Dengan bicara singkat, Anda akan terlihat lebih percaya diri. Jika atasan menolak, jangan kecewa. Tunjukkan bahwa Anda orang yang berjiwa besar dan jangan lupa katakan, “Saya berterima kasih jika Bapak bersedia mempertimbangkan permohonan saya.”
5. Jangan lupa senyum
Apa pun jawaban atasan, jangan lupa untuk selalu menekan tombol ajaib di wajah Anda, yaitu senyum. Anda pasti tahu, senyuman, apalagi yang tulus, bisa membangkitkan keramahan dalam diri lawan bicara kita. Bahkan, bisa meluluhkannya.
Nah, seringkali saat mengajukan diri untuk meminta cuti lebih lama atau mundur deadline misalnya, dan si bos menolak, Anda akan langsung patah semangat. Padahal, Anda bisa saja melakukan penawaran alias bernegosiasi. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tersebut, sudah pasti perlu usaha. Salah satunya adalah melakukan penawaran. Bagaimana caranya?
1. Buat atasan melihat kerja Anda dulu
Sebelum bernegosiasi, sebaiknya perlihatkan pada atasan bahwa pekerjaan Anda selama ini selesai tepat waktu dan tak ada keluhan. Jadi, ketika Anda meminta mundur deadline atau ingin menambah cuti dan atasan menolak alias tidak mengabulkan, Anda bisa menggunakan kinerja baik Anda sebagai bahan argumen. Lalu, jelaskan alasan Anda.
2. Gunakan teknik bicara
Ketika permohonan ditolak, biasanya kita cenderung emosi, kecewa dan akan menampilkan wajah tidak senang. Terkadang intonasi jadi melemah seolah patah semangat, atau sebaliknya meninggi karena tak bisa menerima penolakan. Sampaikan keinginan dengan tegas dan percaya diri, tapi tidak emosional. Susah? Coba banyak berlatih di rumah.
3. Berikan Penawaran
Saat Anda meminta ‘keringanan’ itu, jangan lupa ajukan penawaran yang bisa Anda berikan seandainya si atasan mengabulkan permintaan. Misalnya, berjanji akan menyelesaikan semua pekerjaan sebelum cuti.
4. Tidak Bertele-tele
Dengan tidak bertele-tele, Anda menunjukkan sikap menghargai waktu atasan. Dengan bicara singkat, Anda akan terlihat lebih percaya diri. Jika atasan menolak, jangan kecewa. Tunjukkan bahwa Anda orang yang berjiwa besar dan jangan lupa katakan, “Saya berterima kasih jika Bapak bersedia mempertimbangkan permohonan saya.”
5. Jangan lupa senyum
Apa pun jawaban atasan, jangan lupa untuk selalu menekan tombol ajaib di wajah Anda, yaitu senyum. Anda pasti tahu, senyuman, apalagi yang tulus, bisa membangkitkan keramahan dalam diri lawan bicara kita. Bahkan, bisa meluluhkannya.
7.28.2008
Dapat Tawaran Kerja? Tangani Dengan Santun dan Kritis
Kami tahu benar, perusahaan Sering melakukan pencarian resume. Kami yakin sebagian besar diantara Anda pernah menerima email notifikasi yang menyatakan bahwa resume Anda telah dipelajari oleh perusahaan tertentu. Jadi mungkin sebagian besar dari Anda, pernah atau sering mendapatkan panggilan wawancara walaupun tidak merasa melamar.
Ada baiknya Anda simak poin-poin berikut ini:
DISARANKAN
Ajukan pertanyaan
Untuk menghindari penipuan atau hal-hal negatif lainnya, sewaktu menerima kontak telepon pertama, ajukan pertanyaan menyangkut identitas perusahaan. Misalnya:
- nama perusahaan dan jenis industri
- dari mana mereka mendapatkan data Anda
- alamat dan nomor telepon perusahaan
- nama dan posisi si penelepon
- posisi yang ditawarkan dan gambaran singkat mengenai pekerjaan yang
akan ditangani
Ungkapkan dengan jelas sejauh mana Anda meminati tawaran tersebut
- Bila Anda sama sekali tidak berminat pindah kerja, tolak tawaran dengan
santun sambil mengucapkan terima kasih dan mengajukan alasan yang
masuk di akal.
- Bila Anda ragu-ragu, minta waktu untuk memikirkan tawaran tersebut
dengan memberi batas waktu yang jelas; kapan dan melalui apa Anda
akan memberi kabar.
- Bila Anda berminat menjajakinya, tanyakan langkah selanjutnya yang
harus Anda lakukan.
3. Langkah selanjutnya
- Ketika menghadiri wawancara
Pelajari dengan seksama budaya kerja di perusahaan yang memberi tawaran. Ajukan pertanyaan mendetil tentang berbagai hal menyangkut pekerjaan yang ditawarkan: struktur organisasi, cara pengambilan keputusan di departemen yang bersangkutan, pola interaksi dengan atasan dan antar karyawan, bagaimana prestasi Anda akan dinilai, seberapa besar beban pekerjaan yang akan ditangani, keharusan kerja lembur atau tugas ke luar kota, dan sebagainya.
- Pertimbangkan dengan seksama sebelum memutuskan
Budaya kerja perlu dipelajari karena prestasi seseorang di tempat kerja bukan hanya ditentukan oleh faktor internal individu yang bersangkutan. Analogi berikut ini mungkin tepat untuk menggambarkan situasi yang ada:
“benih yang baik belum tentu tumbuh subur dan berbuah bila ditanam di sembarang lahan”. Sebaliknya “lahan yang subur belum tentu cocok untuk semua jenis tanaman”. Jadi ada kemungkinan, Anda yang begitu cemerlang di kantor lama, tidak bisa menunjukkan prestasi apa-apa di kantor baru.
JANGAN LAKUKAN
1. Langsung datang tanpa mengetahui dengan jelas identitas perusahaan dan posisi yang ditawarkan.
2. Menggantung jawaban, memberi harapan tanpa ketegasan dan batas waktu, menjanjikan untuk datang atau mengirim resume lengkap tetapi kemudian mengingkarinya tanpa kabar dan alasan yang jelas.
3. Menanyakan gaji dan atau mengajukan permintaan gaji pada kontak telepon pertama.
4. Terburu nafsu, cepat silau oleh tawaran gaji yang besar atau merasa sudah pasti diterima.
5. Merasa diri hebat, menilai diri terlalu tinggi sehingga mengajukan gaji dan paket kompensasi yang jauh di atas pasaran atau kurang masuk akal.
Last but not least, ketahuilah bahwa perusahaan dan pencari kerja sebetulnya berada pada posisi yang setara dan saling membutuhkan. Jangan mengemis pekerjaan, tetapi juga jangan menganggap perusahaan sedang mengemis pada Anda. Selamat “diburu” dan “berburu” karir!
Ada baiknya Anda simak poin-poin berikut ini:
DISARANKAN
Ajukan pertanyaan
Untuk menghindari penipuan atau hal-hal negatif lainnya, sewaktu menerima kontak telepon pertama, ajukan pertanyaan menyangkut identitas perusahaan. Misalnya:
- nama perusahaan dan jenis industri
- dari mana mereka mendapatkan data Anda
- alamat dan nomor telepon perusahaan
- nama dan posisi si penelepon
- posisi yang ditawarkan dan gambaran singkat mengenai pekerjaan yang
akan ditangani
Ungkapkan dengan jelas sejauh mana Anda meminati tawaran tersebut
- Bila Anda sama sekali tidak berminat pindah kerja, tolak tawaran dengan
santun sambil mengucapkan terima kasih dan mengajukan alasan yang
masuk di akal.
- Bila Anda ragu-ragu, minta waktu untuk memikirkan tawaran tersebut
dengan memberi batas waktu yang jelas; kapan dan melalui apa Anda
akan memberi kabar.
- Bila Anda berminat menjajakinya, tanyakan langkah selanjutnya yang
harus Anda lakukan.
3. Langkah selanjutnya
- Ketika menghadiri wawancara
Pelajari dengan seksama budaya kerja di perusahaan yang memberi tawaran. Ajukan pertanyaan mendetil tentang berbagai hal menyangkut pekerjaan yang ditawarkan: struktur organisasi, cara pengambilan keputusan di departemen yang bersangkutan, pola interaksi dengan atasan dan antar karyawan, bagaimana prestasi Anda akan dinilai, seberapa besar beban pekerjaan yang akan ditangani, keharusan kerja lembur atau tugas ke luar kota, dan sebagainya.
- Pertimbangkan dengan seksama sebelum memutuskan
Budaya kerja perlu dipelajari karena prestasi seseorang di tempat kerja bukan hanya ditentukan oleh faktor internal individu yang bersangkutan. Analogi berikut ini mungkin tepat untuk menggambarkan situasi yang ada:
“benih yang baik belum tentu tumbuh subur dan berbuah bila ditanam di sembarang lahan”. Sebaliknya “lahan yang subur belum tentu cocok untuk semua jenis tanaman”. Jadi ada kemungkinan, Anda yang begitu cemerlang di kantor lama, tidak bisa menunjukkan prestasi apa-apa di kantor baru.
JANGAN LAKUKAN
1. Langsung datang tanpa mengetahui dengan jelas identitas perusahaan dan posisi yang ditawarkan.
2. Menggantung jawaban, memberi harapan tanpa ketegasan dan batas waktu, menjanjikan untuk datang atau mengirim resume lengkap tetapi kemudian mengingkarinya tanpa kabar dan alasan yang jelas.
3. Menanyakan gaji dan atau mengajukan permintaan gaji pada kontak telepon pertama.
4. Terburu nafsu, cepat silau oleh tawaran gaji yang besar atau merasa sudah pasti diterima.
5. Merasa diri hebat, menilai diri terlalu tinggi sehingga mengajukan gaji dan paket kompensasi yang jauh di atas pasaran atau kurang masuk akal.
Last but not least, ketahuilah bahwa perusahaan dan pencari kerja sebetulnya berada pada posisi yang setara dan saling membutuhkan. Jangan mengemis pekerjaan, tetapi juga jangan menganggap perusahaan sedang mengemis pada Anda. Selamat “diburu” dan “berburu” karir!
Subscribe to:
Posts (Atom)
BIODATA GW NICH...?????
- WAHYU HENI SUKOWATI
- Jakarta, Islam, Indonesia
- Aku ingin slalu bisa membahagiakan orang2 yang berada disekitar ku